Iran Katai Bahrain "Memalukan" Setelah Resmikan Kedutaa「Genting Online Gambling」n Israel di Manama

  • 时间:
  • 浏览:0
  • 来源:Metode baccarat

TEHERAN, KOMPAS.com - Iran meGenting Online Gamblingnyebut Bahrain "memGenting Online Gamblingalukan" pada Jumat (1/10/2021) karena menjadGenting Online Gamblingi tuan rumah Menteri Luar Negeri Israel dan meresmikan kedutaan negara Yahudi di ibu kota Manama.

Kehadiran Israel yang meningkat ini "akan mengarah pada eskalasi dan ketidakamanan lebih lanjut", tambah juru bicara kementerian luar negeri Iran itu.

Baca juga: Pesawat Tak Dikenal Hantam Pangkalan Milisi Iran di Suriah Timur

Khatibzadeh menyesalkan normalisasi hubungan dan "semua inisiatif yang berusaha menstabilkan kehadiran destruktif Israel di kawasan itu."

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.

Daftarkan email

Baca juga: Intelijen Swasta Israel Laporkan Fasilitas Rudal Iran Hancur

Selain Bahrain, ada Uni Emirat Arab, Sudan, dan Maroko, yang melakukan normalisasi hubungan dengan Israel selama setahun terakhir.

Iran dan Israel adalah musuh bebuyutan dan Bahrain adalah salah satu negara Arab yang menjalin normalisasi hubungan dengan negara Yahudi tersebut setahun ini.

Komentar Khatibzadeh itu muncul setelah diplomat tinggi Israel Yair Lapid pada Kamis (30/9/2021) meresmikan kedutaan negaranya di Bahrain, setahun setelah kedua negara menormalkan hubungan dan dalam kunjungan resmi pertama oleh seorang menteri luar negeri negara Yahudi ke kerajaan Teluk.

Khatibzadeh mengatakan bahwa normalisasi hubungan itu "bertentangan dengan kehendak bangsa Bahrain."

Monarki Teluk memutuskan hubungan dengan Iran pada 2016.

Bahrain yang dipimpin oleh Sunni menghadapi kerusuhan di antara komunitas Syiahnya yang besar dan Iran terus disebut sebagai provokatornya. Tuduhan itu telah dibantah oleh Teheran.

Sementara Iran menolak untuk normalisasi hubungan dengan, bahkan tidak mengakui Israel sebagai negara, dan secara konsisten memposisikan dirinya sebagai pembela perjuangan Palestina.

"Sambutan memalukan oleh para pemimpin Bahrain untuk...rezim yang menduduki Yersualem," kata juru bicara kementerian luar negeri Iran Saeed Khatibzadeh, seperti yang dilansir dari AFP pada Jumat (1/10/2021).

Lapid bertemu Raja Hamad bin Isa Al-Khalifa, dan mengatakan kepada media Israel bahwa itu sebagai pertemuan publik pertama seorang raja Teluk dengan seorang pejabat Israel, setelah normalisasi hubungan.

Baca juga: Latihan Militer Dekat Perbatasan, Iran Tantang Perang Azerbaijan?