online roulette_Online Casino Baccarat_Texas Hold'em_Baccarat China_Football Handicap Teaching

  • 时间:
  • 浏览:0
  • 来源:Metode baccarat

JikFootbFootbFootbFootball bettingall bettingall bettingall bettinga aFootball bettingda ungkapan “hati seluas samudera”, malaikat juga tahu sang plegmatislah pemiliknya. Kesabarannya memang membuat plegmatis selalu berhasil menjalani hidup dengan tenteram. Plegmatis tak segan untuk menghindari konflik dan memilih untuk mengalah walaupun kadang ia mengalah hanya demi hal yang salah.

Seseorang yang punya sifat koleris kuat haruslah belajar untuk meredam egoisme yang berpusat pada kepentingan pribadinya. Dilahirkan sebagai sosok yang kurang bisa berempati dan kurang bisa mengekspresikan kepedulian pada orang lain tak jarang membuat si koleris jadi tampak kejam tak berperasaan. Teman-teman si koleris mungkin merasa sifat si koleris ini sebelas dua belas sama ibu tiri di sinetron.

Orang yang melankolis biasanya pandai menyembunyikan perasaan, sehancur apapun hatinya saat harus menerima kenyataan pahit. Tapi dibalik kepiawaian memalsukan ekspresi, akan selalu ada relung khusus di hatinya yang menyimpan kesedihan atau dendam akibat kenyataan pahit tersebut. Si melankolis bisa berdiam lama-lama bahkan jatuh terpuruk sebab sifat alamiahnya mampu menyeret ia ke dalam pusaran perasaan yang terlalu dalam. Wah, berat amat ya bahasanya!

Berdebat hingga tarik urat sungguh bukanlah gaya seorang plegmatis karena sejatinya ia cuma ingin hidupnya rukun-rukun saja.

Apa sekarang kamu sudah semakin mengenal watakmu dan orang-orang di sekitarmu?

Sikap damai dan bersahabat yang dimiliki oleh sang plegmatis sering membuat ia malah ditindas dan dimanfaatkan oleh orang lain. Tidak hanya itu saja, prinsip menjalani hidup seperti air mengalir pun kerap membuatnya jadi tak punya tujuan hidup yang pasti. Wahai plegmatis, bersabar itu memang perlu tetapi belajarlah untuk tidak mengesampingkan kesahihan atau tujuan utama hidupmu, ya. Kendati sulit rasanya, cobalah untuk lebih fokus menata hidupmu agar lebih terencana setiap hari.

Hah? Idih pelit banget. Ya udah sini ikut gue, biar gue yang minjemin tangga ke Bu Heri. Kalo gak dikasih juga kebangetan, dia kan sering banget minjem barang-barang gue dari kemaren.

Yuk makan, terserah elo pada deh mau makan apaan.

Koleris bisa digambarkan sebagai pribadi yang berkemauan keras dan punya tekad yang sangat besar untuk mencapai impiannya. Hampir tak ada istilah bermalas-malasan dalam kamus si koleris karena setiap hari harus diisi dengan pelajaran dan hal-hal baru yang bermanfaat.

Ah, gue sih terserah aja.

Gila pelit banget dah si Bu Heri. Masa tadi gue minjem tangga aja gak dikasih, lho.

Orang-orang plegmatis patut dijuluki Lempeng.com. Ekspresinya begitu santai dan halus sehingga tak jarang tampak nyaris tak punya emosi. Jika orang melankolis bisa menyimpan dendam dan kekecewaan lama-lama, tidak demikian halnya dengan si plegmatis.

Dear melankolis, semua orang memiliki kelebihan dan kelemahannya masing-masing. Tak bisa kamu paksakan rencanamu agar berjalan mulus sebab pasti ada saja kejadian yang bisa melenceng dari rencanamu. Dan lagi janganlah kamu pasrah diseret oleh perasaan dan pemikiran yang mendalam, karena life must go on and keep move on. Singkirkan kekecewaan di hati dan gantilah dengan keikhlasan untuk kembali menata hidup yang indah.

Kenapa sih sanguinis yang dibahas pertama kali?

Kata pemimpin dan optimis adalah dua kata yang paling tepat untuk menggambarkan kepribadian orang-orang koleris. Kadang kala tak jarang orang lain menganggap si koleris terlalu diktator karena sifatnya yang suka memimpin, suka mengatur, dan punya sikap toleransi yang rendah terhadap kesalahan. Maklumi saja ya si koleris, sob. Sebab sejatinya itu adalah sifat alamiah. Atau yang dalam bahasa asing disebut dari sononye.

Tapi percayalah kalau si koleris akan mampu menyadari bahwa ada kepentingan lain yang tak kalah krusialnya dengan keinginan dirinya sendiri. Jadi, belajar untuk sabar dan peka sedikit yuk, koleris.

Kurang lebih kamu tentu tahu ya kalau sifat dasar manusia bisa digolongkan menjadi 4 yaitu sanguinis, koleris, melankolis, dan plegmatis. Tapi sebenarnya seberapa besar sih kadar dari sifat dasar tersebut dalam dirimu, sahabatmu, atau orang lain di sekitarmu?

Tak jarang sang melankolis malah bisa terbawa suasana karena merasakan apa yang sedang dialami oleh sahabat atau orang-orang di sekitarnya. Waktu mau nge-chat gebetan atau orang-orang yang disegani, pasti tidak sedikit waktu yang dihabiskan si melankolis untuk ketik-hapus-ketik-hapus pesan karena beragam pertimbangan.

Setiap manusia pasti dilahirkan dengan karakter dan sifat yang berbeda-beda, ya. Bahkan dua orang kembar identik sekali pun biasanya memiliki sifat yang cenderung berbeda satu sama lain. Karakter yang ada pada dirimu hari ini adalah hasil dari perpaduan banyak hal mulai dari faktor genetik, perkembangan pola pikir serta kebiasaanmu dalam menanggapi rangsangan dari lingkungan sekitar.

Kalau teman-temanmu tampak seperti ABG labil saat hangout dan gak bisa memutuskan mau makan di mana, segera cari solusinya pada temanmu yang koleris. Karena dengan mudahnya dia akan segera mengambil keputusan dalam tempo yang sesingkat-singkatnya. Perut lapar akan segera teratasi tanpa harus mendengar kalimat-kalimat rancu seperti :

Apa aja bolehlah yang penting makan.

Di mana aja boleh deh, laper nih.

Sejatinya perubahan adalah satu-satunya hal yang tak pernah berubah di dunia ini, maka suah sepatutnya kamu menyesuaikan sifatmu dengan permasalahan atau tantangan yang sedang kamu hadapi.

Sifat sanguinis yang terdeteksi sejak kecil biasanya membuat seseorang tampak senang bergaya saat difoto, rajin ikut berbagai kegiatan di sekolah atau lingkungan rumah, serta proaktif kalau dibandingkan dengan teman-teman lainnya.

Makan di mana, ya?

Saat merasa sedang sedih dan terpuruk, segera cari temanmu yang punya tabiat melankolis kuat. Si melankolis biasanya pandai menganalisis permasalahan secara mendalam sebelum memberitahukan hasil dari analisis tersebut. Disamping itu, sifat dasar melankolis membuat seseorang bisa menjadi pendengar yang baik.

Gimana nih?

Daripada bingung, cari tahu aja yuk dengan membaca artikel Hipwee kali ini.

Selanjutnya, tinggal si sanguinis yang belajar menyempatkan diri untuk mendengarkan atau menyaksikan bakat orang lain. Dunia jadi lebih indah dan berwarna kala sanguinis mau menyisakan sedikit panggungnya bagi orang-orang berbakat di sekitarnya.

Perpaduan dua sifat dasar tersebut menghasilkan karakter yang berbeda meskipun komponennya sama lho. Misalnya orang sanguinis-plegmatis dengan orang plegmatis-sanguinis akan memiliki karakter yang berbeda. Ketika sanguinis-plegmatis cenderung suka dengan kehebohan dan tak pernah sengaja menyakiti siapa pun hanya demi kepentingannya sendiri, maka plegmatis-sanguinis justru hadir sebagai sosok yang santai dan selalu ingin membahagiakan orang-orang disekitarnya.

Berterimakasihlah pada sanguinis, sob. Sebab meskipun sanguinis itu memiliki emosi yang cenderung labil, suka narsis, tak ingin dikalahkan dan mudah meledak-ledak, tapi dialah yang jadi penyelamatmu dan teman-teman lainnya saat kalian harus bersentuhan dengan sesuatu yang disebut tampil di depan umum.

Kenapa bukan koleris, melankolis, atau plegmatis duluan?

Si plegmatis menganggap dunia begitu indah dan masalah yang datang menghadang itu bagai angin lalu saja. Wajahnya sering tersenyum manis ketika problem sedang hadir di depan mata. Duh, plegmatis yang amat bersahabat dan berdamai dengan kehidupan, betapa gemesnya dengan kamu sampai ingin rasanya mencubit pipimu yang mengembang saat kamu tersenyum menghadapi masalah.

Gila pelit banget dah si Bu Heri. Masa tadi gue minjem tangga aja gak dikasih, lho.

Mengenal 4 sifat dasar manusia berarti secara tak langsung sudah mulai bisa menyelami sifat-sifat dasar diri sendiri dan orang lain. Sehingga nantinya kamu tahu kalau bekerjasama dengan si melankolis-koleris membuatmu harus lebih tepat waktu dan disiplin sedangkan bekerja dengan koleris-sanguinis menuntutmu untuk lebih banyak memposisikan diri di belakang meja. Masih banyak sekali perpaduan sifat-sifat dasar yang perlu kamu ketahui supaya kemampuan mengenal diri sendiri dan karakter orang lain menjadi semakin terasah dari hari ke hari.

Pada dasarnya setiap manusia pasti memiliki keempat sifat dasar tersebut dalam dirinya, hanya saja kadarnya pasti berbeda-beda satu sama lain. Disadari atau tidak, biasanya ada 2 sifat dominan yang membentuk keutuhan sifat dari seorang manusia.

Ya jelas sanguinis duluan karena orang sanguinis adalah orang yang sifatnya paling suka tampil eksis daripada 3 sifat dasar lainnya. Mengetahui kalau dirimu atau teman-temanmu itu sanguinis sangat gampang, lho. Sanguinis itu biasanya merasa bahagia saat bisa jadi pusat perhatian, tampak heboh, mudah mencairkan suasana saat baru mengenal orang lain, dan pandai bergaul.

Tak jarang si sanguinis ini dijadikan sebagai tameng saat harus membuat yel yel kekompakan atau saat diminta memperagakan suatu gerakan tarian tertentu untuk disaksikan oleh khalayak ramai. Sanguinis akan merasa bahagia tak terkira kalau kamu memuji aksinya dengan tulus dilengkapi senyuman. Pujian tersebut seakan jadi bukti eksistensi dan kepercayaan diri bagi si sanguinis.

Hah? Kok pelit banget sih. Padahal biasanya barang-barang elo juga dipinjem dia kan, ya. Wah, sori ya gue gak punya tangga, sih. Kalo ada pasti sekarang langsung gue pinjemin ek elo, deh.

Tetapi bukan mustahil akan ada satu dan lain hal yang membuat perangai melankolis jadi tertutupi oleh kadar sanguinis yang sedang meningkat.

Manusia memang tak ada yang sempurna, tapi orang-orang melankolis adalah orang yang selalu menuntut kesempurnaan. Kemampuannya dalam menganalisis dan merencanakan sesuatu membuat ia jadi serba perfeksionis dalam menjalani hidup. Saat menemukan orang yang kamar tidurnya tertata rapi atau isi notebook-nya penuh dengan nama folder yang spesifik, besar kemungkinan kalau orang tersebut adalah orang melankolis.

Di dunia ini memang tak ada yang sempurna. Tetapi mengejar kesempurnaan adalah kewajiban hakiki sebagai seorang manusia yang berakhlak dan berpendidikan. Jangan pernah bosan belajar hal-hal baru, termasuk mempelajari sifat dasar manusia yang sangat menarik untuk diselami. 

Let’s check this out !

Contoh ini mungkin bisa membuat kamu lebih memahami perubahan sifat dasar yang ditampakkan oleh seseorang. Misalny, ketika seorang melankolis sedang menghadapi temannya, maka dia selalu menunjukkan sisi analis dan empatinya.